Get Adobe Flash player

Monthly Archives: October 2013

Pondok Pesantren Mansyaul Huda 02 adalah Pondok Pesantren yang terletak di Desa Jatisari Kecamatan Senori Kabupaten Tuban tepatnya di tengah kota Kecamatan Senori. PP. Mansyaul Huda 02 atau sebutan ringkasnya PPMH 02 merupakan satu keluarga dari PP. Mansyaul Huda 01 (PPMH 01) yang mana PPMH 01 khusus untuk santri putra, sedangkan PPMH 02 terdiri dari santri Putra dan Putri segala umur, dari jenjang pendidikan MI/dasar sampai Perguruan Tinggi.
Dari tahun berdirinya, PPMH 02 ini termasuk pondok pesantren baru yang mempunyai jumlah santri yang cukup banyak dan mengalami perkembangan yang pesat. PPMH 02 baru berdiri tahun 1996 atas prakarsa Beliau Romo KH. M. Muhyiddin Munawwar (Putra dari beliau Romo KH. MUNAWWAR, pendiri PPMH 01), jauh dari PPMH 01 yang sudah berdiri tahun 1927. Continue reading

Pondok Pesantren Mansyaul Huda Sendang Senori Tuban didirikan pada tahun 1927 sebagai wujud kepedulian pendiri, yaitu Hadlrotus Syaikh KH. Munawwar terhadap moral dan wawasan intelektual serta keahlian generasi muda menjadi manusia yang bertaqwa, berilmu dan berakhlaqul karimah.

Saat ini Pondok Pesantren Mansyaul Huda Sendang Senori Tuban, memiliki fasilitas gedung sebanyak lima unit; Asrama DARUL FALAH berlantai dua, Asrama DARUS SALAM berlantai satu, Asrama DARUT TAUHID Berlantai satu, Sebuah Musholla dan Komplek baru tiga lantai, lantai bawah sebagai AULA serbaguna. Continue reading

Kepribadian Imam Jalaluddin As-Suyuthi dengan berbagai aspeknya, tanpa diragukan lagi adalah kepribadian yang unik yang pantas diteliti dan dipelajari. Beliau banyak memperdalam ilmu-ilmu agama dan bahasa, mengarang buku-buku kesusastraan, juga menaruh perhatian besar terhadap sejarah, politik dan sosial.
Beliau dipandang sebagai salah seorang sastrawan paling terkenal pada abad kelima belas. Dengan penanya, beliau menggeluti segala bidang ilmu. Beliau menulis tentang Al-Qur’an, al-Hadits, Fiqh, Sejarah, bahasa, Balaghah, Kesusastraan dan lain sebagainya.

Beliau juga sangat cinta pada ilmu. Beliau berpindah-pindah dari satu pusat pendidikan ke pusat pendidikan lainnya. Sumber-sumber sejarah menuturkan bahwa beliau telah belajar kepada enam ratus Syaikh (guru) pada zamannya di berbagai negara. Continue reading